Cara Memegang Tikus Jenis Wistar / Spraque Dawley

Penanganan tikus laboratorium yang tepat sangat krusial untuk dua hal: keselamatan peneltii (mencegah gigitan) dan kesejahteraan hewan (meminimalkan stres). Tikus yang tidak stres akan memberikan hasil data eksperimen yang lebih akurat dan dapat direproduksi.

Memegang (handling) tikus percobaan secara etis tidak hanya melindungi peneliti dari risiko gigitan, tetapi juga menjaga stabilitas fisiologis hewan uji agar hasil penelitian tetap akurat dan terhindar dari bias akibat stres.

Panel a: Teknik Penopang Dua Tangan (Two-Handed Restraint)

  • Cara: Tangan dominan mengunci area bahu dan ketiak dari arah dorsal (punggung), sedangkan tangan sekunder menopang penuh bagian bokong serta kaki belakang.

  • Kegunaan: Teknik paling aman untuk pemeriksaan awal, penimbangan, atau memindahkan tikus berukuran besar yang belum terbiasa dipegang.

  • Kunci Sukses: Menopang kaki belakang menghilangkan sensasi "melayang" yang menjadi pemicu utama refleks tikus untuk membalikkan badan dan menggigit.

Panel b: Teknik Sandar Jas Lab (Body-Contact Restraint)

  • Cara: Satu tangan memegang area bahu dan leher, lalu menyandarkan bagian punggung hingga pinggul tikus ke badan atau jas lab peneliti.

  • Kegunaan: Sangat efektif untuk menenangkan tikus yang aktif atau mudah terkejut sebelum dilakukan tindakan eksperimen.

  • Kunci Sukses: Kontak fisik langsung dengan tubuh peneliti memberikan rasa aman (sense of enclosure) bagi tikus, sekaligus mengurangi beban tekanan leher yang ditahan oleh jari.

Panel c: Teknik Restrain Satu Tangan (One-Handed V-Grip)

  • Cara: Jari telunjuk dan ibu jari diposisikan tepat di bawah ketiak atau rahang bawah untuk mengunci pergerakan kepala, sementara sisa jari melingkari dada tikus secara terkontrol.

  • Kegunaan: Ideal untuk prosedur medis cepat yang membutuhkan akses ke bagian perut (ventral), seperti pemberian obat oral (gavage/sonde) atau injeksi intraperitoneal (IP).

  • Kunci Sukses: Pastikan cengkeraman hanya mengunci pergerakan rahang dan ketiak tanpa menekan saluran pernapasan (trachea).

Panel d: Teknik Peluk Dekat Dada (Close-Body Restraint)

  • Cara: Tikus diposisikan tegak dan disandarkan ke area dada peneliti dengan genggaman lembut pada leher dan bahu.

  • Kegunaan: Pemeriksaan fisik singkat, pengamatan perilaku, atau proses habituasi (aklimatisasi) sebelum riset dimulai.

  • Kunci Sukses: Memanfaatkan kecenderungan alami tikus yang menyukai celah sempit atau area terlindung untuk menurunkan tingkat kecemasan (anxiety).

Prinsip Utama Low-Stress Handling

  • Jangan Pernah Menarik Ujung Ekor: Selalu pegang pangkal ekor jika harus memindahkan tikus dalam jarak sangat dekat. Memegang ujung ekor dapat menyebabkan cedera parah berupa degloving (kulit ekor terkelupas).

  • Gerakan Terkontrol: Dekati tikus dengan gerakan perlahan tanpa suara gaduh.

  • Hindari Bebauan Menyengat: Jangan gunakan parfum beraroma tajam atau sabun berbau menyengat pada sarung tangan karena dapat memicu agresivitas hewan.

Daftar Pustaka

  • Canadian Council on Animal Care. (2019). CCAC guidelines on: Mice and rat handling and restraint procedures. Ottawa: CCAC.

  • National Research Council. (2011). Guide for the Care and Use of Laboratory Animals (8th ed.). Washington, DC: The National Academies Press.

  • NC3Rs (National Centre for the Replacement, Refinement and Reduction of Animals in Research). (2021). Rat handling and refinement techniques. London: NC3Rs.

  • Suckow, M. A., Weisbroth, S. H., & Franklin, C. L. (2006). The Laboratory Rat (2nd ed.). Burlington: Academic Press.

Posting Komentar